Kisah BerhikmahSeptember 12, 2008 11:18 am


Seorang wanita sedang menunggu di bandara suatu  malam. Masih ada beberapa jam sebelum jadwal terbangnya tiba. Untuk membuang waktu, ia membeli buku dan sekantong kue di toko bandara lalu menemukan tempat untuk duduk.

Sambil duduk wanita tersebut membaca buku yang baru saja  dibelinya.  Dalam keasyikannya tersebut ia melihat lelaki disebelahnya dengan begitu berani mengambil satu atau dua dari kue yang berada diantara mereka. Wanita tersebut mencoba mengabaikan agar tidak terjadi keributan. Ia membaca, mengunyah kue dan melihat jam.

Sementara si Pencuri Kue yang pemberani menghabiskan persediaannya.  Ia semakin kesal sementara menit-menit berlalu.  Wanita itupun sempat berpikir Kalau aku bukan orang  baik, sudah kutonjok dia!  Setiap ia  mengambil satu kue, Si lelaki juga mengambil satu. Ketika hanya satu kue tersisa, ia bertanya-tanya apa yang akan dilakukan lelaki itu. Dengan senyum tawa di wajahnya dan tawa gugup, Si lelaki mengambil kue terakhir dan membaginya dua.

Si lelaki menawarkan separo miliknya, sementara ia makan yang separonya lagi. Si wanita pun merebut kue itu dan berpikir Ya ampun orang ini berani sekali, dan ia juga kasar, malah ia tidak kelihatan berterima kasih. Belum pernah  rasanya ia begitu kesal. Ia menghela napas lega saat penerbangannya diumumkan. Ia mengumpulkan barang miliknya dan menuju pintu gerbang. Menolak untuk menoleh pada si  Pencuri tak tahu terima kasih.

Ia naik pesawat dan duduk di kursinya, lalu mencari bukunya, yang hampir selesai dibacanya.  Saat ia merogoh tasnya, ia menahan napas dengan kaget.

Di situ ada kantong kuenya, di depan matanya. Koq milikku ada di sini erangnya dengan patah hati, Jadi kue tadi adalah miliknya dan ia mencoba berbagi.Terlambat untuk minta maaf, ia tersandar sedih. Bahwa sesungguhnya dialah yang kasar, tak tahu terima kasih dan dialah pencuri kue itu.

Dalam hidup ini kisah pencuri kue seperti tadi sering terjadi. Kita sering berprasangka dan melihat orang lain dengan kacamata kita sendiri. Serta tak jarang kita berprasangka buruk. Orang  lainlah yang kasar, orang lainlah yang tak tahu diri, orang lainlah yang berdosa, orang lainlah yang  salah.

Padahal kita sendiri yang mencuri kue tadi, padahal kita sendiri yang tidak tahu. Kita sering  mengomentari, mencemooh pendapat atau gagasan orang  lain sementara sebetulnya kita tidak tahu betul  permasalahannya.

 

IslamSeptember 4, 2008 9:29 pm


Artikel ini saya ambil dari flash rekan kerjaku. Cukup menarik buat disimak.

Sebuah kebetulan yang luar biasa tepat, sebuah kebenaran yang dicocok-cocokan, atau….?

Salah satu Mu’jizat Al-Qur’an

Kejadian runtuhnya gedung WTC di kota New York pada tanggal “11/9/2001”  yang berada di jalan “JERF HAR”. Dalam moment ini Allah SWT telah mengisyaratkan sebelum 1433 tahun yang lalu dalam Firman-Nya :

 (Sorry huruf Arabnya gak tercopy, harap maklum soalnya masih dalam tahap belajar. Nanti di rumah di cek lagi ya..)

 

Artinya :

Maka apabila bangunan yang dilandasi atas ketaqwaan dari Allah dan ke-Ridlo-an niscaya lebih baik dari bangunan yang dibangun (Fii Jurufin Haar) di atas lereng jurang, maka akan runtuh dalam api neraka Jahannam. Sekali-kali Allah tidak akan memberi petunjuk pada kaum yang dzalim.(Q.S. Attaubah Ayat 109)

>       Ayat yang ke-109 dari Surat At-Taubah menunujukkan bagunan WTC terdiri dari 109 tingkat.

>       Pada ayat ke-109 dari Surat At-Taubah tersebut tertulis “Jurufin Haar” menunjukkan nama jalan di Jerf Har.

>       Surat At-Taubah berada dalam juz ke-11 menunjukkan tanggal hari kejadian yaitu tanggal 11.

>       Surat At-Taubah adalah urutan yang ke-9 menunjukkan bulan kejadian yaitu bulan ke-9.

>       Jumlah kalimat dalam Surat At-Taubah dari awal sampai akhir sebanyak 2001 kalimat menunjukkan tahun kejadian yaitu tahun 2001.

 

Maha Suci Allah, apakah orang-orang Atheis dan yang tidak beragama akan beriman kepada Allah SWT yang telah memberikan gambaran dari segala kejadian melalui Kitab Suci-Nya yang Mulia sejak lebih dari 1433 tahun yang lalu melalui Nabi Muhammad SAW.

Wallahua’lam bisshawab.

IslamAugust 10, 2008 12:48 pm

Bulan suci yang kita nanti-nantikan sudah di depan mata, sudahkah kita semua mempersiapkan segala sesuatu untuk menyambutnya? Kira-kira apa ya yang perlu dipersiapkan untuk menyambut bulan penuh maghfirah ini? Ok, saya punya sedikit tips nih..
1. Bayar utang dulu
Siapa hayoo yang masih belum ngelunasin hutang puasa bulan ramadhan kemarin? Yuks cepet-cepet dibayar keburu tamu agungnya dateng, sebab kalau belum sempat melunasi hutang puasa hingga bulan ramadhan besuk bisa kena denda. Yaitu membayar fidyah (denda) sebesar satu mud gandum atau beras menurut mahzab As-Syafi’i dan Maliki. Bila diukur dengan ukuran zaman sekarang ini, satu mud itu setara dengan 675 gram atau 0,688 liter.
2. Warming up
Jika Anda pernah memperhatikan atlet-atlet olah raga, sebelum mereka memulai pertandingan pasti melakukan permanasan terlebih dahulu. Lari-lari kecil, tarik tangan ke kanan atau ke kiri, jongkok dan sebagainya. Begitu juga dengan ramadhan ini, lalu bagaimana sih pemanasannya? Ya tentu saja latihan puasa, misalnya puasa Senin Kamis mulai dari sekarang. Supaya nanti ketika datang bulan puasa, perut Anda tidak kaget lagi.
3. Baca buku tentang keistimewaan bulan ramadhan
Nggak ada salahnya kita buka-buka buku yang berhubungan tentang dahsyatnya bulan ramadhan. Tujuannya adalah agar kita lebih bersemangat lagi menyongsong bulan yang penuh berkah ini. Atau bisa baca-baca artikel seperti ini yang penting bisa menambah spirit kita menuju bulan ramadhan.
4. Padusan
Kolam renang adalah tempat favorit bagi kebanyakan orang untuk padusan. Satu hari menjelang bulan ramadhan bisa dipastikan kolam renang penuh sesak. Sebenarnya esensi dari padusan sendiri adalah membersihkan badan kita supaya suci jika bulan ramadhan tiba. Untuk itu boleh saja padusan di kolam renang tapi menurut saya di rumah malah lebih baik soalnya lebih bisa menjaga mata kita dari zina mata. Bagaimana tidak, kebanyakan kolam renang di tempat kita ini tidak memisahkan pria dan wanita. Semuanya bercampur baur jadi satu. Oleh karena itu di rumah lebih nyaman dan menyegarkan tubuh dan otak kita.
5. Niat
Yang membedakan puasa Ramadhan dengan puasa-puasa lain salah satunya adalah di niat. Misalnya suatu pagi bukan di bulan Ramadhan, saya bangun kesiangan tapi nggak ada sarapan. Saya boleh berniat untuk puasa sunah saat itu dan puasanya sah. Lain halnya dengan puasa Ramadhan, niatnya harus malam hari sebelum berpuasa atau sampai fajar terbit. Jika malamnya tidak berniat maka puasanya tidak sah.

Mudah-mudahan ini bermanfaat bagi temen-temen semua khususnya diri saya sendiri. Mari kita sambut bulan penuh rahmat ini dengan hati yang penuh semangat. Wassalam..